http://i48.tinypic.com/s48bvd.jpg bekti fitriani blog: January 2014

Wednesday, January 29, 2014

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar
belakang, pendidikan, dan
lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian
melakukan sesuatu untuk
mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan
kesalahan sebagaimana kita
semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan
kesalahan itu untuk kedua
kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam
(70, 80, 90...) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya
anda bekerja.
Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang
benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan
aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap
situasi membutuhkan cara
yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus
mengikuti aturan, tetapi di
saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat
vakum.
Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang
lain dapat membantu
keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak
sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan,
pengetahuan, dan
penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak
keuntungan yang diberikan
oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan
anda.

Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak
orang dan pengakuan dari
orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi,
meskipun hanya anda sendiri
yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih
tujuan dan goal anda.
Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka
ajukan pertanyaan "atas
hal apa?"

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun
sebagaimana anda alami di
masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda
raih dan hidup setiap
hari sebagaimana adanya.


(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About
Success", Jim M. Allen.

Thursday, January 23, 2014

Surat Untuk Calon Imamku ^_^

Untukmu wahai calon imamku…
Maaf jika aku tak pernah mengejarmu. Sengaja kusimpan rapi rindu ini dalam kalbu. Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta yang belum bisa kuhaturkan padamu. Hingga saatnya nanti, ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita.
Untukmu wahai calon imamku…
Maaf jika aku membiarkanmu pergi berlalu. Aku tak ingin mengajakmu pergi sementara punggungmu masih lemah dalam menopang. Kubiarkan engkau terus mengokohkan aqidah, menegakkan sunnah, dan melatih diri untuk istiqamah dalam berakhlaqul karimah. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga saatnya nanti kita dapat pergi bersama dan melipatgandakan kekuatan dakwah tanpa banyak berseteru.
Untukmu wahai calon imamku…
Maaf jika aku menundukkan pandanganku. Aku tak tahu keadaan imanku saat ini, besok ataupun nanti. Aku tak ingin hati ini goyah karena sejatinya Allah lah tumpuan utama di hatiku. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku di hatimu, karena Allah.
Untukmu wahai calon imamku…
Maaf jika aku masih saja diam dan tak bergeming. Banyak hal yang belum aku mengerti, mengingat dirimu seluas benua dengan kelamnya hutan misteri yang tak mudah untuk dijelajahi. Beri aku sedikit waktu untuk mempelajarinya hingga senantiasa kutabur kasih di hatimu.
Untukmu wahai calon imamku…
Maaf jika aku tetap saja acuh padamu. Inilah upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia. Saat ini, aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku. Tak lain doaku agar menjadi anak yang shalihah dan dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat.
Untukmu wahai calon imamku…
Maaf jika aku membuatmu menanti. Hanya doa yang dapat kutitipkan pada angin. Agar Allah senantiasa menjagamu, memudahkan urusanmu, serta menjadikanmu bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, tak hanya bagiku.
Maka biarlah Allah yang mengatur pertemuan kita dan bagaimana kita dipersatukan.

Wednesday, January 22, 2014

Persiapan Pra Nikah bagi Muslimah




Seorang muslimah sholihah yang mengetahui urgensi dan ibadah pernikahan tentu saja suatu hari nanti ingin dapat bersanding dengan seorang laki-laki sholih dalam ikatan suci pernikahan. Pernikahan menuju rumah tangga samara (sakinah, mawaddah & rahmah) tidak tercipta begitu saja, melainkan butuh persiapan-persiapan yang memadai sebelum muslimah melangkah memasuki gerbang pernikahan.
 
Nikah adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat penting, suatu mitsaqan ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekwensi yang harus dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga. Terutama bagi seorang muslimah, salah satu ujian dalam kehidupan diri seorang muslimah adalah bernama pernikahan. Karena salah satu syarat yang dapat menghantarkan seorang isteri masuk surga adalah mendapatkan ridho suami. Oleh sebab itu seorang muslimah harus mengetahui secara mendalam tentang berbagai hal yang berhubungan dengan persiapan-persiapan menjelang memasuki lembaga pernikahan. Hal tersebut antara lain :
 
A. Persiapan spiritual/moral (Kematangan visi keislaman)
Dalam tiap diri muslimah, selalu terdapat keinginan, bahwa suatu hari nanti akan dipinang oleh seorang lelaki sholih, yang taat beribadah dan dapat diharapkan menjadi qowwam/pemimpin dalam mengarungi kehidupan di dunia, sebagai bekal dalam menuju akhirat. Tetapi, bila kita ingat firman Allah dalam Alqurâ’an bahwa wanita yang keji, adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki
yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik….” (QS An-Nuur: 26).


Bila dalam diri seorang muslimah memiliki keinginan untuk mendapatkan seorang suami yang sholih, maka harus diupayakan agar dirinya menjadi sholihah terlebih dahulu. Untuk menjadikan diri seorang muslimah sholihah, maka bekalilah diri dengan ilmu-ilmu agama, hiasilah dengan akhlaq islami, tujuan nya bukan hanya semata
untuk mencari jodoh, tetapi lebih kepada untuk beribadah mendapatkan ridhoNya. Dan media pernikahan adalah sebagai salah satu sarana untuk beribadah pula.
 
B. Persiapan konsepsional (memahami konsep tentang lembaga pernikahan)
 Pernikahan sebagai ajang untuk menambah ibadah & pahala : meningkatkan pahala dari Allah, terutama dalam Shalat Dua rokaat dari orang yang telah menikah lebih baik daripada delapan puluh dua rokaatnya orang yang bujang” (HR. Tamam).
 
Pernikahan sebagai wadah terciptanya generasi robbani, penerus perjuangan menegakkan dienullah. Adapun dengan lahirnya anak yang sholih/sholihah maka akan menjadi penyelamat bagi kedua orang tuanya.
 
Pernikahan sebagai sarana tarbiyah (pendidikan) dan ladang dakwah. Dengan menikah, maka akan banyak diperoleh pelajaran-pelajaran & hal-hal yang baru. Selain itu pernikahan juga menjadi salah satu saran dalam berdakwah, baik dakwah ke keluarga, maupun ke masyarakat.

C. Persiapan kepribadian
Penerimaan adanya seorang pemimpin. Seorang muslimah harus faham dansadar betul bila menikah nanti akan ada seseorang yang baru kita kenal, tetapi langsung menempati posisi sebagai seorangqowwam/pemimpin kita yang senantiasa harus kita hormati & taati. Disinilah nanti salah satu ujian pernikahan itu. Sebagai muslimah yang sudah terbiasa mandiri, maka pemahaman konsep kepemimpinan yang baik sesuai dengan syariat Islam akan menjadi modal dalam berinteraksi dengan suami.

Belajar untuk mengenal (bukan untuk dikenal). Seorang laki-laki yang menjadi suami kita, sesungguhnya adalah orang asing bagi kita. Latar belakang, suku, kebiasaan semuanya sangat jauh berbeda dengan kita menjadi pemicu timbulnya perbedaan. Dan bila perbedaan tersebut tidak di atur dengan baik melalui komunikasi, keterbukaan dan kepercayaan, maka bisa jadi timbul persoalan dalam pernikahan. Untuk itu harus ada persiapan jiwa yang besar dalam menerima & berusaha mengenali suami kita.

D. Persiapan Fisik
Kesiapan fisik ini ditandai dengan kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebaai suami ataupun isteri secara optimal. Saat sebelum menikah, ada baiknya bila memeriksakan kesehatan tubuh, terutama faktor yang mempengaruhi masalah reproduksi. Apakah organ-organ reproduksi dapat berfungsi baik, atau adakah penyakit tertentu yang diderita yang dapat berpengaruh pada kesehatan janin yang kelak dikandung. Bila ditemukan penyakit atau kelainan tertentu, segeralah berobat.

E. Persiapan Material
 Islam tidak menghendaki kita berfikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan
tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka diutamakan adanya kesiapan calon suami untuk menafkahi. Dan bagi fihak wanita, adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. Insyallah bila suami berikhtiar untuk menafkahi maka Allah akan mencukupkan rizki kepadanya.
"Allah menjadikan bagi
kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah? (QS. 16:72)
” Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang- orang yang patut (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.
Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS.24:32)”.

F. Persiapan Sosial
Setelah sepasang manusia menikah berarti status sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan
 lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sehingga mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”Q.S. An-Nissa: 36).

Adapun persiapan-persiapan menjelang pernikahan (A hingga F) yang tersebut di atas itu tidak dapat dengan begitu saja kita raih. Melainkan perlu waktu dan proses belajar untuk mengkajinya. Untuk itu maka saat kita kini masih memiliki banyak waktu, belum terikat oleh kesibukan rumah tangga, maka upayakan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya guna persiapan menghadapi rumah tangga kelak.

3. Pemahaman kriteria dalam memilih atau menyeleksi calon suami
- Utamakan laki-laki yang memiliki pemahaman agama yang baik
- Bagaimana ibadah wajib laki-laki yang dimaksud
- Sejauh mana konsistensi & semangatnya dalam menjalankan syariat Islam
- Bagaimana akhlaq & kepribadiannya
- Bagaimana lingkungan keluarga & teman-temannya

Catatan : Seorang laki-laki yang sholih akan membawa kehidupan
seorang wanita menjadi lebih baik, baik di dunia maupun kelak di
akhirat .

Sekufu
- Memudahkan proses dalam beradaptasi
- Tapi ini tidak mutlak sifatnya, karena jodoh adalah rahasia Allah
- Batasan-batasan siapa yang yang terlarang untuk menjadi suami (QS
4:23-24; QS2: 221)

4. Langkah-langkah yang ditempuh dalam kaitannya untuk memilih calon
a. Menentukan kriteria calon pendamping (suami ). Diutamakan lelaki yang baik agamanya.
b. Mengkondisikan orang tua dan keluarga , Kadang ketidaksiapan orang tua dan keluarga bila anak gadisnya menikah menjadi suatu kendala tersendiri bagi seorang muslimah untuk menuju proses pernikahan. Penyebab ketidak siapan itu kadang justru berasal dari diri muslimah itu sendiri, misalnya masih menunjukkan sikap kekanak- kanakan, belum dapatbertanggung jawab dsb. Atau kadang dapat juga pengaruh dari lingkungan, seperti belum selesai kuliah (sarjana)
tetapi sudah akan menikah. Hal-hal seperti ini harus diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya, agar pelaksanaan menuju pernikahan menjadi lancar.

c. Mengkomunikasikan kesiapan untuk menikah dengan pihak-pihak yang dipercaya Kesiapan seorang muslimah dapat  dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang dipercaya, agar dapat turut membantu langkah- langkah menuju proses selanjutnya.

d. Taâ’aruf (Berkenalan)
Proses taâ’aruf sebaiknya dilakukan
dengan cara Islami. Dalam Islam proses taâ’aruf tidak sama dengan istilah pacaran. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan kondisi dua insan berlainan jenis yang khalwat atau berduaan. Yang mana dapat membuka peluang terjadinya saling pandang atau bahkan saling sentuh, yang sudah jelas semuanya tidak diatur dalam Islam. Allah SWT berfirman “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” QS 17:32).

Rasulullah SAW bersabda : “Jangan sekali-kali seorang laki-laki  bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari danMuslim).

Bila kita menginginkan pernikahan kita terbingkai dalam ajaran Islami, maka semua proses yang menyertainya, seperti mulai dari mencari pasangan haruslah diupayakan dengan cara yang ihsan & islami.

e. Bermusyawarah dengan pihak-pihak terkait. 
Bila setelah proses taâ’aruf terlewati, dan hendak dilanjutkan ke tahap berikutnya, maka selanjutnya dapat melangkah untuk mulai bermusyawarah dengan pihak- pihak yang terkait.

f. Istikhoroh.
Daya nalar manusia dalam menilai sesuatu dapat salah, untuk itu sebagai seorang msulimah yang senantiasa bersandar
pada ketentuan Allah, sudah sebaiknya bila meminta petunjuk dari Allah SWT. Bila calon tersebut baik bagi diri muslimah, agama dan penghidupannya, Allah akan mendekatkan, dan bila sebaliknya maka akan dijauhkan. Dalam hal ini, apapun kelak yang terjadi, maka sikap berprasangka baik (husnuzhon) terhadap taqdir Allah harus diutamakan.

g. Khitbah , Jika keputusan telah diambil, dan sebelum menginjak
pelaksanaan nikah, maka harus didahului oleh pelaksanaan khitbah.
Yaitu penawaran atau permintaan dari laki-laki kepada wali dan
keluarga fihak wanita. Dalam Islam, wanita yang sudah dikhitbah oleh
seorang lelaki, maka tidak boleh untuk dikhitbah oleh lelaki yang
lain. Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Janganlah
kamu mengkhitbah wanita yang sudah dikhitbah saudaranya, sampai yang
mengkhitbah itu meninggalkannya atau memberinya izin “(HR. Muttafaq
alaihi).

5. Pentingnya mempelajari tata cara nikah sesuai dengan anjuran &
syariat Islam

Sebenarnya tata cara pernikahan dalam Islam sangatlah sederhana dibandingkan tata cara pernikahan adata atau agama lain. Karena Islam sangat menginginkan kemudahan bagi pelakunya. Untuk itu memahami tata cara pernikahan yg islami menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi calon pasangan muslim. Dengan melaksanakan secara Islami, maka sebisa mungkin untuk menghindarkan diri dari kebiasaan- kebiasaan tata cara pernikahan yang berbau syirik menyekutukan Allah). Karena hanya kepada Allah SWT sajalah kita memohon kelancaran, kemudahan, keselamatan dan kelanggengan pernikahan nanti. Untuk beberapa hal yang harus kita ketahui tentang tatacara nikah adalah masalah sbb:
a. Dewasa (baligh) & Sadar
b. Wali , “Tidak ada nikah kecuali dengan wali” (HR.Tirmidzi J.II Bukhari Muslim dalam Kitabu Nikah),
c. Mahar , “Berikanlah mahar kepada wanita-wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan” (QS: 4:4)
 - Semakin ringan mahar semakin baik. Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dari Uqbah bin Amir : “Sebaik-baiknya mahar adalah paling ringan (nilainya).”
- Bila tak memiliki materi, boleh berupa jasa. Semisal jasa mengajarkan beberapa ayat al-Qur’an atau ilmu-ilmu agama lainnya. Dalam sebuah hadis Rasulullah berkata kepada seorang pemuda yang dinikahkannya : “Telah aku nikahkan engkau dengannya (wanita) dengan mahar apa yang engkau miliki dari Al-Quran” (HR. Bukhari dan Muslim)
d. Adanya dua orang saksi
e. Proses Ijab Qobul , Proses Ijab Qabul adalah proses perpindahan perwalian dari Ayah/Wali wanita kepada suaminya. Dan untuk kedepannya makan yang bertanggung jawab terhadap diri wanita itu adalah suaminya. Syarat-syarat diatas adalah ketentuan yang harus dipenuhi dalam syarat sahnya prosesi suatu pernikahan. Selain itu
dianjurkan untuk mengadakan walimatul `ursy, dimana pasangan mempelai sebaiknya diperkenalkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar bahwa mereka telah resmi menjadi pasangan suami isteri, sebagai antisipasi terjadinya fitnah.

6. Permasalahan seputar masalah persiapan nikah

a. Sudah siap, tetapi jodoh tidak kunjung datang Rahasia jodoh adalah hanya milik Allah, tidak ada satu orangpun yang dapat meramalkan bila jodohnya datang. Sikap husnuzhon amat diutamakan dalam fase menunggu ini. Sembari terus berikhtiar dengan cara meminta bantuan orang-orang yang terpercaya dan berdo’a memohon pertolongan Allah. Juga upayakan senantiasa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri. Hindari diri dari berangan-angan, isilah waktu oleh kegiatan-kegiatan positif .

b. Belum siap, tetapi sudah datang tawaran Introspeksi diri, apakah yang membuat diri belum siap ?. Cari penyebab ketidak siapan itu, tingkatkan kepercayaan diri dan fikirkan solusinya. Sangat baik bila mengkomunikasikan masalah ini dengan orang-orang yang dipercaya, sehingga diharapkan dapat membantu proses penyiapan diri. Sembari terus banyak mengkaji urgensi tentang pernikahan berikut hikmah- hikmah yang ada di dalamnya.

7. Penutup
Agama Islam sudah sedemikian dimudahkan oleh Allah SWT, tetap masih saja ada orang yang merasakan berat dalam melaksanakannya karena ketidak tahuan mereka. Allah Taâ’ala telah berfirman: “Allah menghendaki kemmudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu” (Q.S. Al-Baqarah : 185)

Kita lihat, betapa Islam menghendaki kemudahan dalam proses pernikahan. Proses pemilihan jodoh, dalam peminangan, dalam urusan mahar dan juga dalam melaksanakan akad nikah. Demikianlah beberapa pandangan tentang persiapan pernikahan dan berbagai problematikanya, juga beberapa kiat untuk mengantisipasinya. Insyallah, jika ummat Islam mengikuti jalan yang telah digariskan Allah SWT kepadanya, niscaya mereka akan hidup dibawah naungan Islam yang mulia ini dengan penuh ketenangan dan kedamaian .

Monday, January 20, 2014

Puisi buat calon Imamku

Aku berdoa untuk seorang pria yang kelak akan menjadi bagian hidupku
Seorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk-Mu
Dan mengetahui bagi siapa dan untuk siapa ia hidup,
Sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seorang yang memiliki hati bijak bukan hanya otak yang cerdas,
Seseorang yang tidak hanya memujaku, tetapi dapat juga menasehatiku bila salah,
Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku, tetapi karena hatiku,
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
Seorang pria yang dapat membuatku merasa dihargai sebagai seorang wanita kala berada di sisinya,
Aku tidak meminta seorang pria yang sempurna,
Namun aku meminta seorang pria yang tidak sempurna sehingga aku dapat membuatnya sempurnanya di mata-Mu Ya Allah….
Buatlah aku menjadi seorang wanita yang dapat membuat seorang pria bangga
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu,
Bukan mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah aku mata-Mu, sehingga aku dapat melihat banyak hal dalam dirinya
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata bijak dan pemberi semangat,
Sehingga aku selalu dapat mendukungnya setiap hari
Berikanlah aku bibir-Mu, dan aku akan selalu tersenyum kepadanya
Kami bersyukur kepada-Mu yang telah mempersatukan kami
Telah memberi kami seorang yang dapat melengkapi hidup kami menjadi sempurna
Dan Engkau mempertemukan kami pada waktu yang tepat,
Yang akan membuat segalanya indah pada waktu yang Engkau tentukan

Monday, January 6, 2014

Tour to Ho Chi Minh City - Vietnam 23 Agustus 2013- 25 Agustus 2013 (Hari Pertama)


Assalamu'allaikum,

Ini kisah perjalanan saya waktu berwisata ke Kota Ho Chi Minh City atau biasa disebut Saigon tepatnya di negara Vietnam yang masih satu kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan wisata saya bersama staff Jim & Halls Indonesia, sebenarnya karena ada holiday regional yang bertujuan untuk menjalin keakraban antar sesama semua staff Jim & Hall's, secara kami berkomunikasi cuma by email, diantara semua anggota Jim & Hall's yaitu Jim & Hall's Singapore, Malaysia, Thailand, Korea,termasuk Jim & Hall's Indonesia,dll


Saya dan staff Jim & Hall's Indonesia berangkat dari Airport Soekarno-Hatta, pesawat kami take off tepat pukul 05.45 tepatnya di Terminal 2, kami menaiki pesawat Singapore Airlines (SQ951), pesawat kami transit ke Singapore dulu karena waktu cari tiket jarang yang langsung ke Vietnam langsung, jadi kami pun harus transit ke Singapore terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan transit lagi dari Singapore ke Vietnam.
Perjalanan dari Jakarta - Changi Airport (Singapore) kurang lebih sekitar satu jam setengah.
Tepat Pukul 08.20 waktu singapore (antara indonesia singapore selisih waktunya satu jam) kami sampai di Changi Airport, sambil menunggu jadwal transit pesawat kami pun berjalan sekitar Airport (Airport di Singapore bagus banget guys...seperti mall-mall dikota Jakarta, mau cari apapun disana dijamin ada semua).
menunggu keberangkatan ke Ho Chi Minh Vietnam
Pukul 09.50 waktu singapore kami pun melanjutkan perjalanan kami ke vietnam dengan menaiki pesawat Singapore Airlines SQ172. Selama perjalanan 1 jam saya pun menikmati pemandangan bumi dari atas langit,,hehe Subhanalloh, sungguh menakjubkan ciptaan Alloh SWT itu luar biasa.
pesawat yang kami naiki
pemandangan awan dari pesawat



 
Hotel Continental Saigon
Pada pukul 11.00 Alhamdulillah akhirnya kami sampai di Tan Son Nhut Airport, dan kami segera mencari Taxi untuk menuju ke Hotel yang sudah ditentukan dari Jim & Hall's Singapore yaitu Hotel Continental Saigon, hotel yang bernuansa jadul tapi mewah.

Upss,,,sesampainya di Hotel ternyata mereka sudah berkumpul di suatu ruangan untuk Lunch (kami terlambat), dan akhirnya kamipun bergabung dengan mereka.

Teng tong.....saatnya pembagian kamar Hotel, ini nih pembagian Kamar ternayat tidak di kelompokkan menurut negara yang datang, ternyata pembagian kamarnya Acak, Oh My God **berdoa semoga aku dapat orang yang bisa berbahasa Indonesia dech..(maklum bahasa inggrisnya masih acak adul..hihihi) Alhamdulillah karena hoki atau apa aku dapat sekamar sama temen kerjaku..hahaha **senangnya, gabisa bayangin kalau dapat sekamar sama mereka,,hadeehhhh mati kutu pasti...hihihihi
Setelah pembagian kamar dan kunci saya dan teman saya memasuki kamar kita dan beristirahat sejenak untuk melanjutkan acara selanjutnya,,hmm,,lumayan luas dan cukup buat kita berdua :) .
Kami melanjutkan acara selanjutnya yaitu Free and Easy after Lunch, kami mengelilingi sekitar Hotel Kota kota di Vietnam, ternyata tidak jauh berbeda dengan Jakarta, Kota yang Padat dan cukup banyak kendaraan.Oh ya, satu lagi waktu di Vietnam dan di Jakarta Itu Sama, karena sama-sama melewati garis 0 derajat.
Kami jalan-jalan ke market yang terkenal di Ho Chi Minh yaitu Ben Thanh Market berjalan 10 menit dari Hotel, bermacam-macam cendera mata ada disana. Dan saya membeli beberapa souvenir. Uniknya di Pasar ini adanya tawar menawar itu perlu, kita harus menawar harga barang setengah dari harga yang dicantumkan, hihihi lucu hloh, karena saya mengalaminya sendiri, mereka tidak bisa berbahasa Inggris, mengertipun tidak, Alhasil tawar menawar kami itu medis sarananya ''Kalkulator''.
Setelah ke  Ben Thanh Market, kami melanjutkan berjalan ke tempat-tempat lain yang terkenal disekitar situ.
Jim & Halls Indonesia Staff
Depan Opera (Park Hyat Saigon ) Restaurant
Huhu...tidak terasa pukul 04.00, kami harus sudah kembali ke Hotel untuk bersiap-siap karena nanti malam tepat pukul 07.00 ada acara Dinner di Saigon Crush Dinner.

Saigo cruch Dinner adalah restaurant yang menurut saya unik, karena konsepnya dan suguhan hiburannya. disana kami menikmati makanan sea food yang unik dengan pelayan nya yang memakai baju anak buah kapal. hihihi unikkk banget, makannya pun tak kalah enak. kami menikmati makanan sambil dihibur penyanyi dan nyanyian nyanyian lagu vietnam serta tarian-tarian dari mereka.
Malam semakin larut ketika aku melihat orang-orang sudah merasakan puas dan kenyang. kami segera menuju ke Bus untuk menuju ke Hotel untuk beristirahat.

Huhu...cukup dulu ya cerita hari pertama saya berlibur ke Ho Chi Minh Vietnam.
InsyaAlloh besok masih dilanjutkan lagi cerita Hari Kedua berada di Vietnam...

Thank you